Ubud Hanging Gardens

HANGING GARDENS of BALI REVIEW


Sebenernya gue mah gag bakalan punya duit buat booking resor nan mewah di Bali, namun apa daya pucuk dicinta ulam tiba, karena suatu hal tiba-tiba ada keluarga sohib gue yang nggak jadi menginap di resor mewah ini dan mengalihkannya kepada dia. Eng..ing eng.. karena dia jomblois sejati akhirnya daripada manyun sendiri jadilah dia mengajak gue yang jomblo juga hahahahha....(ketauan deh status gue). Jadilah kita berdua seperti dua orang udik masuk resor mewah ini di Ubud, Bali.


The Hanging Gardens Ubud adalah resor mewah dengan kolam renang infiniti yang paling banyak difoto di dunia dan tersohor sampai ke luar negeri. Sepanjang mata memandang adanya turis asing dan orang berpasangan ,wuikk, jadi malu sendiri kitanya. Serasa pasangan sesama jenis .

Resor ini terletak di atas bukit di tengah-tengah hamparan sawah di Ubud. Resor ini terdiri dari sekitar 40 kamar yang terletak di lereng dan mengelilingi kolam yang terkenal itu. Semua kamar memiliki kolam infinity yang menggantung ke dalam hutan dan balkon yang mendapat terang sinar matahari untuk bersantai. Bagi yang ingin memiliki pengalaman istimewa, dua villa panorama memiliki ruang tamu tambahan dan daerah dek besar dan diatur di atas bukit untuk lebih memiliki panorama/pemandangan terindah.

Karena hotel ini di lereng curam ada dua cable car untuk mengangkut tamu naik dan turun resor.
Karena untuk sarapan, para tamu harus turun ke restaurant yang ada di bawah. Adapun  kolam renangnya bertingkat infinity yang seakan-akan muncul di tengah hutan yang subur, hijau gelap dan tebal dan di kejauhan kalian  hampir bisa mendengar gemericik suara air sungai terdekat yang mengalir. Kolam renang, dan seluruh resor, menghadap sebuah kuil yang relatif baru bertengger di lereng bukit di lembah sungai dan bergelombang. Ini adalah pemandangan yang bakalan kalian lihat  dan tinggal bersama kalian selama berjam-jam setiap hari. inilah pemandangan yang kalian hadapi saat Sarapan berlangsung,  dan kalian tidak pernah bosan untuk terus menatap air dari atas.


Dan kemudian saat kalian  turun ke bawah dan dekat dengan air yang jernih dengarkan percikan air ke kolam bawah kedua.
Para tamu bergiliran menunggu dengan tamu sebelumnya untuk mengambil foto sebanyak yang mereka ambil seakan jika mereka berada di depan situs terkenal dunia lainnya seperti Tour Eiffel atau Jembatan London. Mereka berpose dan mereka berbaring, mereka duduk, mereka menatap ke cakrawala. Dan kemudian, mereka menukar, untuk mengambil foto dari satu sama lain.
Hal ini Sabtu pagi dan semua tamu  sarapan sambil terburu-buru . Para tamu yang, seperti kita, check in di  malam sebelumnya , langsung ingin menelusuri seluruh isi resor. Cara mengambil foto terbik seperti yang gue dengar sih supaya ga kehilangan momen yakni dengan cara burst shot.

Akhirnya giliran kami .Semua tamu lain telah hilang dan kami mengambil gambar dari atas, dari tingkat kolam renang, close up, mode perspektif, foto panorama, kabur, fokus ... .

Selain kolam renangnya, Hanging Gardens of Ubud adalah sebuah resor yang sangat cantik, indah, dan dikelola dengan sangat baik. Para Staf terkesan bekerja secara professional danbekerja dengan sepenuh hati, dan banyak detail-detail kecil yang membuat kalian merasa selalu menjadi tamu istimewa.

Walaupun cuaca Ubud di Bali, pada bulan-bulan musim panas yang kering, dapat sedikit lebih dingin di malam dan hutan rimbun tetap seperti itu berkat jumlah hujan. Acapkali kali resor dengan kolam renang vila pribadi akan berakhir memiliki air benar-benar dingin yang membuat kenikmatan kolam renang sulit dinikmati akan tetapi di The Hanging Gardens telah memecahkan masalah ini dengan pemanas air kolam renang. jadi kita tetap dapat berenang dan bersantai dengan air kolam yang hangat di cuaca berhujan sekalipun.

Sama seperti di tempat lain di Bali ,staf sangat baik dan memiliki rasa bangga untuk bekerja dalam lingkungan indah seperti ini. Kebanyakan dari mereka adalah dari desa-desa sekitarnya dan biasanya bekerja ekstra untuk membuat kalian merasa di rumah sendiri.
Jika kamu berhasil mengatasi kemalasan  dan meninggalkan villa pribadi tanpa ingin ke kolam renang , ada daftar panjang kegiatan yang  hotel dapat bantu mengaturnya. Dari arung jeram untuk bersepeda ke mendaki gunung Batur. Maupun menikmati kuliner tradisional terdekat.

Dengan pengaturan seperti ini hotel adalah tujuan romantis yang sempurna. Di luar makan malam pribadi di villa Anda ada beberapa pengalaman yang layak disebut. Hotel menyelenggarakan piknik di lokasi rahasia, makan malam di desa-desa lokal di mana kepala desa akan menjelaskan arti dari setiap tari tradisional atau bahkan makan malam di mana kuartet Indonesia akan serenade makanan Anda. Tapi ada pengalaman khusus yang berdiri di atas sisanya: makan malam di Kuil.

Di lembah di depan resor ada sebuah kuil Buddha yang turun ke sisi bukit ke sebuah teras kecil. Daerah ini adalah pengaturan ajaib untuk itu makan malam yang mengesankan. Sebuah BBQ pribadi dengan chef Anda sendiri, Anda memiliki pelayan dan raksasa tokek Anda sendiri yang Anda hanya bisa mendengar dan tidak melihat. Sebuah lilin berbentuk  hati besar. dan kemudian di akhir makan malam Kalian akan mendapatkan berkat dari Biksu Budha. Lalu akhiri makan malammu dengan mendapatkan Pijat relaksasi di pinggir sungai.

So jika kalian ada kesempatan ke Bali, coba untuk menikmati keindahan alam Ubud yang jauh dari keramaian dan keriuhan macam Seminyak ataupun Kuta dan Jimbaran.
Sedangkan buat pasangan pencari suasana romantis, disini nih tempatnya , mereka juga menyediakan paket Valentine maupun paket Bulan madu. coba cek disini http://hanginggardensofbali.com/packages/

Comments

Popular Posts