LAPTOP Dilarang Masuk Kabin Pesawat, harus di bagasi, Amankah ?

Penumpang pesawat asal RI yang ke AS yang naik maskapai Timur Tengah dan transit di Timur Tengah mesti memasukkan laptop dan tabletnya ke bagasi. Bagaimana menyikapi kekhawatiran adanya pendodosan bagasi?

"Kenapa kalau ada pendodosan bagasi yang dicurigai ground handling di Indonesia ya? Kan bisa saja ground handling di negara lain. Apalagi bila pesawat itu melakukan stop over (transit) di beberapa negara," kata Corporate Communication PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Airport Service, Martha Lory Fransisca saat berbincang dengan detikcom, Jumat (24/3/2017).

PT JAS adalah perusahaan ground handling yang menangani maskapai internasional seperti Singapore Airlines, Emirates, Qatar Airways, Etihad, Saudi Arabia, Eva Air, KLM, Cathay Pacific, dll. Semua maskapai internasional yang ditangani JAS memiliki penerbangan ke AS.


Beberapa maskapai, terutama maskapai asal Timur Tengah terkena larangan membawa laptop ke kabin pesawat, terutama yang transit di negara asal maskapai di Timur Tengah. Penumpang asal RI dengan tujuan AS, harus menyimpan laptop dan tabletnya di bagasi sejak naik pesawat di Indonesia.

Martha mengerti akan kekhawatiran pendodosan bagasi itu. Bila pendodosan bagasi terjadi, maka maskapai akan menyelidiki.

"Kalau ada kejadian pendodosan bagasi, maka akan dilihat kasus per kasusnya. Maskapai akan menyelidiki dulu, dari CCTV, terjadinya di negara dan bandara mana. Kalau itu berkaitan dengan JAS, maka maskapai yang akan berurusan dengan kami," tegas Martha.

Terkait larangan elektronik AS ini, sebelumnya Martha mengatakan JAS Airport Services siap bertugas mengimplementasikan kebijakan dari tiap maskapai pelanggan agar pemenuhan aspek keselamatan penerbangan tetap terjaga.

"Apalagi kebijakan ini tidak memiliki batas waktu," demikian kata Martha dalam rilis yang diterima, Jumat (24/3/2017).

JAS, imbuh Martha, harus menyesuaikan penanganan ground handling-nya dengan kebijakan dari tiap maskapai pelanggan. Biasanya kebijakan tiap maskapai tidak akan jauh berbeda, dan untuk hal ini, JAS merujuk kepada buku manual yang biasanya dinamakan buletin ground services, sirkular keselamatan (safety circular), pengumuman keselamatan (safety announcement) atau peringatan perjalanan (travel alerts).

Pada intinya penanganan perusahaan terhadap semua maskapai adalah sama, bahwa seluruh petugas konter check in JAS wajib memastikan seluruh penumpang yang akan terbang ke AS dengan penerbangan apapun, dilarang membawa perangkat elektronik ke dalam kabin selain handphone dan smartphone. Perangkat elektronik seperti tablet, laptop dan sejenisnya yang berukuran lebih besar dari handphone atau smartphone harus dimuat di dalam bagasi tercatat (checked baggage)

Comments

Popular Posts