Festival Tanabata di Jepang

Tanabata atau Festival Bintang adalah sebuah tradisi tradisional yang dirayakan pada tanggal 7 Juli setiap tahunnya di Jepang. Pada perayaan ini biasanya orang-orang Jepang akan menulis harapan mereka dikertas berwarna-warna dan kemudian akan dipasang pada pohon bambu yang disebut “Sasa”.
Legenda tanabata berawal dari dipisahkannya Orihime, seoarang putri bintang yang rajin menenun dan Hikoboshi, seorang pengembala. Setelah mereka bertemu, mereka tidak pernah lagi melaksanakan tugasnya masing-masing dan membuat Dewa Langit murka. Ia akhirnya memisahkan mereka berdua.
Orihime dan Hikoboshi dipisahkan oleh sebuah sungai bernama Amanogawa dan hanya bisa bertemu pada tanggal 7 Juli setiap tahunnya. Karena hanya bisa bertemu sekali tiap tahunnya, mereka berdua berdoa pada tanggal 6 Juli agar esok hari tidak diturunkan hujan. Jika hujan turun tentunya maka di sungai Amanogawa akan meluap dan mereka tidak dapat bertemu.
Doa-doa itu mereka tuliskan dikertas berwarna-warni dan dipasang di pohon bambu. Mereka percaya bahwa pohon bambu itu akan tumbuh menjulang ke langit sehingga doa mereka akan dibaca oleh Dewa Langit.


Perayaan tanabata biasanya dimulai dari malam tanggal 6 hingga tanggal 7 Juni. Terdapat hiasan-hiasan khusus yang menjadi ciri khas dari festival tanabata.

  • Tanzaku: kertas permohonan warna-warni yang diikat pada bambu
  • Fukinagashi: rumbai-rumbai
  • Oritsuru: burung bangau dari kertas lipat
  • Toami: hiasan kertas yang berbentuk seperti jarring ikan
  • Kuzukago: hiasan kertas yang berbentuk seperti trash bag
  • Kinchaku: hiasan kertas yang berbentuk menyerupai tas
  • Kamigoromo: hiasan kertas yang berbentuk menyerupai kimono
Selain ada hiasan khusus tanabata, ada juga lho lagu khusus yang dinyanyikan saat tanabata.

Comments

Popular Posts