Korean Snacks Tteobokki dan sejarahnya

Selain melambungkan nama puluhan artis Korea melalui tayangan K-Drama, tak bisa dipungkiri bahwa kuliner Korea juga ikut terkena dampaknya. Bagaimana tidak, dalam berbagai scene, sang aktor ataupun aktris tersebut seringkali terlibat dalam adegan percakapan di meja makan, tentu saja lengkap dengan berbagai kuliner khas Korea. Tteokbokki salah satunya. Kuliner ini cukup sering masuk layar hiburan Korea, terutama dalam acara reality show yang melakukan shooting di luar ruangan. Melihat ekspresi artis idola sedang cemal-cemil tteokbokki dengan lahapnya tentu akan mengundang rasa penasaran bagi para penonton tayangan tersebut bukan? Terlepas dari kelezatannya, kuliner ini memiliki sejarah yang unik. Ingin tahu? Yuk simak artikel menarik berikut ini!
Tteokbokki merupakan salah satu jajanan tradisional Korea yang banyak dijual di pinggir jalan. Sejarah kuliner ini akan membawa Anda pada masa akhir Dinasti Joseon. Memiliki banyak versi terkait sejarah olahan kue beras ini, menurut data bibliografi, tteokbokki muncul pertama kali pada buku masak yang disebut dengan Siui jeongseo yang ditulis pada akhir masa Dinasty Jeoseon. Tteokbokki juga ditemukan dalam sebuah medical records berjudul A Book Called Shingnyo chanyo yang ditulis oleh Jeon Sunui, petugas medis pada masa Dinasti Joeson. Uniknya, dalam buku yang tersebut dikatakan bahwa tteokbokki merupakan bagian dari cara penyembuhan orang yang dilakukan melalui makanan. Tidak sabar untuk mencicipinya? Segera saja agendakan liburan Anda ke Korea!

Salah satu olahan dari kue beras ini merupakan bagian dari Korean royal court cuisine atau hidangan kerajaan di masa Dinasti Joeson. Sesuai namannya, tteobokki merupakan kuliner yang terbuat dari berbagai kombinasi bahan seperti tteok atau kue beras, sayuran dan berbagai jenis bumbu, salah satu yang paling utama adalah gochujang atau pasta cabai merah yang difermentasi. Seperti banyak kuliner lainnya, camilan lezat Korea ini cocok disajikan dalam keadaan panas, apalagi jika di beri topping biji wijen dan irisan daun bawang.
Meski awalnya dikenal sebagai salah satu hidangan kerajaan, kini salah satu kuliner popoler negeri ginseng ini menjelma menjadi jajanan sejuta umat yang dapat dengan mudah ditemui banyak tempat di Korea. Dalam sebuah reality show Korea, makanan ini cukup mudah ditemukan baik itu di dalam kedai makanan, restoran, pinggir jalan, pedagang kaki lima hingga di beberapa pasar tradisional. Jadi kapan Anda akan mencicipi kuliner tradisional ini di negeri asalnya?
Jika Anda berlibur di Korea jangan lewatkan untuk menikmatiSinseollo, salah satu sajian khas ala kerajaan yang diperkenalkan pada masa Dinasti Qing,  mie soba, sebuah olahan mie berhiaskan irisan daging sapi, telur rebus, timun dan buah pir dan Jeonju Bibimpap, nasi dengan topping berbagai sayur lengkap dengan hiasan kuning telur bertabur biji wijen. Jika Anda mengagendakan untuk berlibur di kawasan Seoul, Korea Selatan, The Plaza HotelSheraton Grande Walkerhill HotelMillennium Seoul Hilton Hotel atau Grand Ambassador Seouldapat Anda jadikan referensi sebagai tempat istirahat yang nyaman. Selamat berlibur!

Comments

Popular Posts